Cara Membuat Santan Kelapa Kemasan

Membuat Santan Kelapa sebenarnya tidak ada yg istimewa, hampir semua ibu rumah tangga PASTI tahu. Anda setuju…? saya yakin anda setuju, karena hampir sebagian besar ibu-ibu rumah tangga biasa melakukannya. Catat BIASA.

Tetapi bagaimana kalau kita ingin membuat Santan Kelapa lebih tahan lama dan bisa dikemas. Hmmm… saya yakin artikel ini adalah jawaban yang anda cari dan pasti ditunggu-tungu :)

Inti dari pembuatan santan kelapa ini adalah masalah PENGAWETAN, hal ini karena santan sangat mudah rusak dan mudah tengik. Santan dapat diawetkan dalam bentuk pasta dan dikemas dalam botol atau kaleng.

Baik akan saya jelaskan cara bagaimana membuat Santan Kelapa agar tahan lama dan bisa dikemas, tentunya bisa untuk bisnis dan berjualan. Hmm hebat bukan?

Pembuatan Santan

Daging kelapa yang dibuang kulit arinya, direndam dalam air mendidih selama 1 menit kemudian diparut. Perendaman ini berfungsi untuk melunakkan daging kelapa yang memudahkan pemarutan. Pemarutan bisa menggunakan parut manual atau mesin parut.

Kemudian hasil parutan dicampur dengan air bersih atau hangat dengan perbandiangan 1:1, lalu dipress secara manual atau dengan mesin press santan (ada model press ulir atau screw press). Kemudian disaring.

Pemisahan Inti Santan

Untuk mendapatkan inti santan dari air ada beberapa cara yang bisa dilakukan, bisa menggunakan separator atau spinner atau dengan cara pemanasan, atau cara yang lebih alami cukup dengan settling/pendiaman selama 30 menit. Inti santan atau krem atau kanil (jawa) akan terbentuk di bagian atas, lalu dipisahkan dari air.

Proses Homogenasi 

Homogenasi adalah proses untuk mencegah terbentuknya alur krim, untuk menambah kekentalan atau untuk membuat tekstur yang lebih baik dalam produk santan.

Proses ini adalah krem yang dihasilkan ditambah air dengan perbandingan 1:0,5. Kemudian tambahkan 2% CMC dan 0,1% tween 80 dari berat krem dan air sebagai penstabil. Kemudian aduk selama 5 menit.

Proses Packing / Pengamasan

Packing atau pengemasan bisa menggunakan kemasan kertas alumunium foil atau menggunakan botol dan kaleng. Sesuai keinginan ya :) , Namun yang paling penting adalah media packing harus disterilkan terlebih dahulu.

Cara yang paling mudah mensterilkannya adalah media kemasan dioven dalam dandang / autoclaf. Kemudian lakukan pengemasan. Selanjutnya uap yang ada dalam botol atau kaleng dikeluarkan dengan cara dipanaskan di dalam oven dengan suhu 80-85 C selama 10 menit. Kemudian kemasan ditutup rapat.

Proses Sterilisasi

Langkah terakhir dari proses Santan Kelapa kemasan adalah proses sterilisasi. Proses ini sederhana saja, cukup lakukan pemanasan kemasan dalam autoclaf atau dandang, kemudian lakukan perebusan selama 35 menit pada suhu 120 C. Setelah selesai tiriskan, Santan Kelapa kemasan siap dipasarkan.

Nah.., sekarang anda sudah tahu proses cara membuat santan kelapa kemasan, selamat anda akan menjadi pengusaha santan kelapa… :)

Sumber : Sarmidi Amin, wikifedia, majalah farmasi UGM

 

Ingin ngobrol dengan saya? follow saya di twitter : @PakarKelapa

 

Cara Membuat Tepung Kelapa (Desiccated Coconut)

Tepung Kelapa atau sering disebut Kelapa Parut Kering atau juga Desiccated Coconut adalah tepung kelapa yang diperoleh dari parutan kelapa yang sudah cukup tanpa kulit ari yang dikeringkan dalam oven.

Tepung Kelapa banyak digunakan untuk campuran dalam industri makanan kecil seperti permen, gula-gula, kue, puding dan lain-lain.

Untuk membuat Tepung Kelapa, setidaknya ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan (dikutip dari Tri Susanto dalam buku Sarmidi Armen, 2011) yaitu terdiri dari :

  1. Kelapa dikupas sabutnya dan tempurungnya dicungkil
  2. Kulit ari kelapa yang berwarna coklat kemudian dihilangkan, tujuannya adalah menghasilkan daging buah yang putih bersih. Fungsi dari penghilangan kulit ari tersebut adalah upaya untuk menghindari ketengikan. Kemudian cuci sampai bersih.
  3. Lakukan proses blanching (Pasteurisasi) dengan menggunakan uap panas bersuhu 90 C selama 5 menit
  4. Lakukan proses perendaman dalam larutan NaHSO3 1000 ppm selama 10 menit, berfungsi untuk mencegah munculnya warna coklat, mencegah pertumbuhan mikroba dan untuk melarutkan gula yang ada dalam permukaan daging buah yang berasal dari air kelapa, langkah selanjutnya adalah tiriskan.
  5. Lakukan Pemarutan daging buah kelapa yang akan dbuat menjadi Tepung Kelapa dengan mesin parut yang bentuk dapat disesuaikan dengan keinginan
  6. Lakukan pengeringan dengan suhu 50-60 C selama 6 -10 jam sampai mencapai kadar air 3%
  7. Keluarkan Tepung kelapa yang sudah kering dan angin-anginkan kamudian Tepung kelapa siap dibungkus dalam wadah yang kedap air dan udara.

Pada pembuatan Tepung Kelapa, dari bahan baku 10.000 butir biasanya akan menghasilkan rendemen sebanyak 10% nya atau akan mendapat sekitar 1 ton Tepung Kelapa.

Untuk Membuat Tepung Kelapa, setidaknya diperlukan beberapa mesin/alat pemroses, antara lain :

  1. Mesin cungkil kelapa
  2. Mesin Penghilang Kulit ari
  3. Oven pasteurisasi
  4. Mesin Peniris
  5. Mesin parut
  6. Oven Tepung kelapa
Nah…, Sekarang anda sudah tahu cara membuat tepung kelapa, saya sampaikan SELAMAT anda sekarang bisa berinovasi dan berwirausaha mengembangkan Tepung kelapa.
Sumber : Sarmidi Amin

Ingin ngobrol dengan saya? follow saya di twitter : @PakarKelapa

 

Cara Membuat Arang Aktif dari Batok Kelapa

Arang Aktif merupakan arang yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap/adsorpsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan atau uap. Bahan baku yang paling banyak beredar dipasaran adalah dari batok kelapa.

Fungsi dari arang aktif adalah sebagai bahan penyerap, dan penjernih, juga bisa sebagai katalisator. Industri kimia, Farmasi, makanan dan minuman adalah pengguna terbesar untuk produk ini.

Untuk membuat arang aktif, setidaknya minimal dilakukan dengan 2 cara. antara lain

  1. Karbonisasi atau pembuatan arang dari batok kelapa tua
  2. Aktivasi arang batok

Untuk membuat arang dari batok kelapa perlu memenuhi syarat antara lain; tempurung dari kelapa tua, kayunya keras, dan berkadar air rendah. Syarat ini akan memudahkan proses pengarangan, pematangannya akan berlangsung baik dan merata.

Dan untuk aktivasi arang aktif, prinsip dasarnya adalah distilasi kering atau pirolisis yaitu pembakaran tanpa menggunakan udara atau oksigen dengan suhu tinggi.

Berikut cara kerja pembuatan arang aktif:

1. Karbonisasi atau pembuatan arang

Untuk membuat arang ada beberapa cara, yang pertama cukup dimasukkan ke dalam drum minyak, kemudian tempurung dibakar saat awal saja, kemudian setelah menyala ditutup. Harap ingat, drum harus dikasih lubang udara sedikit.

untuk melihat apakah arang sudah jadi atau belum, bisa dilihat dari indikasi asap yang keluar. Cirinya adalah sebagai berikut:

Jika asap tebal dan putih, berarti batok sedang mengering, jika asap tebal dan kuning, berarti sedang terjadi pengkarbonan, Pada fase ini sebaiknya tungku ditutup dengan maksud agar oksigen pada ruang pengarangan serendah-rendahnya sehingga diperoleh hasil arang yang baik. Untuk pengaturan udara di dalam tungku bisa diatur dengan membuka tutup lubang udara.

Kemudian jika asap semakin menipis dan berwarna biru, berarti pengarangan hampir selesai, tunggu sampai arang menjadi dingin. Setelah dingin arang bisa di bongkar.

2. Aktivasi Arang Aktif

  • Arang dimasukkan ke dalam tangki aktivasi (pirolisis) dan ditutup rapat
  • pastikan sambungan pipa pendingin, dan termocouple untuk pengamatan temperatur berfungsi sebagaimana mestinya
  • alirkan air pendingin ke dalam pipa pendingin, kemudian kompor tungku pirolisis mulai dinyalakan. Kompor bisa menggunakan bahan bakar minyak tanah atau solar, pengaturan api bisa diatur menggunakan kompresor.
  • Lakukan pengamatan terhadap kerja dari tungku aktivasi dengan mengamati kenaikan temperatur. Temperatur selama proses sekitar 600°C apabila temperatur telah mencapai 600°C dan terlihat pada ujung pendingin tidak adanya tar (cairan berwarna coklat) yang keluar, ditandai dengan adanya gelembung air, maka pembakaran dipertahankan selama 3 jam. Setelah waktu tersebut proses telah selesai.
  • Kemudian api dimatikan, dan tungku aktivasi dibiarkan sampai dingin, setelah itu bisa dibuka dan dikeluarkan untuk dilakukan penggilingan sesuai mesh yang diinginkan. Arang aktif siap dikemas dan di Jual.
Oke Pembaca sekalian, sekarang sudah tahu cara membuat arang aktif, Selamat mencoba dan jadilah wirausahawan andal di bidang ini.
Sumber : disadur dari http://www.pdii.lipi.go.id/
Ingin ngobrol dengan saya? follow saya di twitter : @PakarKelapa

 

 

Cara Membuat Kopra Putih

Cara Membuat Kopra Putih

 

Kopra putih adalah nama lain dari kopra yang memiliki kualitas jauh lebih bagus. Ciri utama dari kopra putih adalah lebih bersih dan tak berjamur. Manfaat utama dari kopra putih ini banyak digunakan untuk bahan pembuatan kosmetik.

Untuk membuat kopra putih alat yang paling utama diperlukan mesin kopra adalah sejenis Oven Kopra Putih. Kenapa menggunakan oven, karena proses pengovenan ini tidak menggunakan kontak asap panas secara langsung, melainkan panas atau asap yang dihasilkan dari tungku dialirkan melalui pipa-pipa menuju lemari oven oleh blower.

Proses pengovenan kopra putih berlangsung dalam suhu 60-80 C. Ada beberapa cara atau teknik membuat Kopra Putih, antara lain :

  1. Kupas Langsung
  2. Kupas tidak langsung

Teknik kupas langsung adalah kelapa dicungkil terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke dalam dioven. Sementara Teknik kupas tidak langsung, kelapa dibelah menjadi dua, kemudian dimasukkan ke dalam kopra sebagai pemanasan awal, kemudian setelah bisa dikelupas, kelapa dicungkil dari batoknya dan siap dilanjutkan untuk pengovenan berikutnya.

Dalam proses pengovenan kopra putih, biasanya disemprot dengan cairan/asap sulfur untuk mencegah penjamuran pada kopra. Kalau saya boleh menyarankan, penggunaan asap cair dari tempurung kelapa, bisa menjadi alternatif selain sulfur. Salah satu fungsi asap cair kelapa adalah sebagai anti jamur, jadi pada saat pengovenan bisa juga disemprot dengan asap cair.

Proses pengovenan kopra putih dengan teknik langsung, biasanya hanya memakan waktu 8-10 jam, hasilnya juga jauh lebih kering. Sementara dengan teknik kupas tidak langsung selain memakan waktu cukup lama yaitu berlangsung 18-20 jam, juga kadang-kadang masih harus dijemur lagi untuk pengeringan lanjut.

Untuk membuat Kopra putih diperlukan beberapa alat, antara lain : Mesin Kopra dan Mesin Cungkil. Mesin Oven Kopra ini bisa didesain sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan budget. Kapasitas bisa mulai dari 0,5 ton, 1 ton, 2 ton, 4 ton dan seterusnya. Kemudian mesin cungkilnya juga bisa mulai dari kapasitas 100 kelapa/jam atau 200 kelapa/jam. Sangat Fleksibel.

Sumber : Mansur Mashuri (Data pelenitian Sendiri)

 

Ingin ngobrol dengan saya? follow saya di twitter : @PakarKelapa

 

Keuntungan Membuat Kopra Putih

Ingin membuat kualitas kopra lebih baik, ingin membuat kopra jauh lebih cepat, ingin membuat kopra dengan harga lebih tinggi, ingin membuat kopra tanpa takut pengaruh cuaca buruk, ingin membuat kopra dengan biaya produksi lebih rendah, solusinya adalah dengan membuat kopra putih. Beberapa kelebihan membuat Kopra Putih, akan saya uraikan berikut ini :

Kopra Putih sebenarnya sama dengan kopra biasa, bedanya hanya kualitas saja. Kopra putih hasil pengovenan, sementara kopra biasa hasil dari pengasapan atau penjemuran. Kopra biasa, umumnya bercirikan agak kuning, berjamur, bahkan kadang kehitaman.

Proses pembuatan Kopra putih dg cara pengovenan jauh lebih cepat, cukup memakan waktu 8-10 jam untuk jenis kelapa yang sudah di cungkil, sementara dengan batoknya memakan waktu 16-18jam. Bandingkan jika membuat kopra biasa, seperti dengan cara penjemuran memakan waktu 5-7 hari jika cuaca mendukung. Dan dengan cara pengasapan memakan waktu 3-5 hari.

Kemudian untuk potensi pasar pun, Kopra Putih jauh lebih menarik. catatan JIKA MENDAPAT PASAR / PEMBELI yang sesuai, harganya bisa jauh lebih tinggi. Data yg diperoleh dari lapangan, saat harga kopra biasa hanya Rp 6000/kg, kopra putih bisa mencapai Rp 8.000-8.500/kg.

Keunggulan lainnya dari Pembuatan Kopra Putih adalah tidak tergantung kepada cuaca, karena saat kondisi hujan pun tetap bisa bekerja dan berproduksi. Proses pengovenan yang dilakukan diruangan memberikan kenyamanan dalam bekerja. Selain itu tempat produksi lebih bersih dari asap, karena biasanya oven di desain sedemikian rupa memusatkan asap keluar dari satu titik.

Dan satu lagi yang paling menarik dari pembuatan Kopra Putih adalah, biaya produksi relativ lebih murah, karena bisa mempersingkat waktu kerja, upah tenaga kerja lebih sedikit.

Sumber : Data Penelitian Sendiri (Mansur Mashuri)

Ingin ngobrol dengan saya? follow saya di twitter : @PakarKelapa

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!