Arang Batok Kelapa – Cara Membuat Arang Batok Kelapa

Arang batok kelapa merupakan produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna terhadap batok kelapa. Sebagai bahan bakar, arang lebih menguntungkan dibanding kayu bakar. Arang memberikan kalor pembakaran yang lebih tinggi, dan asap yang lebih sedikit. Arang dapat ditumbuk, kemudian dikempa menjadi briket dalam berbagai macam bentuk. Briket lebih praktis penggunaannya dibanding kayu bakar. Arang batok kelapa dapat diolah lebih lanjut menjadi arang aktif, dan sebagai bahan pengisi dan pewarna pada industri karet dan plastik.

Pembakaran tidak sempurna pada batok kelapa menyebabkan senyawa karbon kompleks tidak teroksidasi menjadi karbon dioksida. Peristiwa tersebut disebut sebagai pirolisis.

Cara Membuat Arang Batok Kelapa

Bahan :

Batok Kelapa

Peralatan :

  • Lobang di dalam tanah.
  • Dapur pengarangan,
  • Drum pengarangan,
  • Alat pengarangan/Klin – Kiln merupakan alat khusus untuk pirolisis.

Proses Pembuatan

  • Pembakaran dengan menggunakan Lobang dan Dapur Pengarangan

  1. Lobang atu dapur pengarangan diisi dengan batok setinggi 30 cm, kemudian dibakar. Bila lapisan batok ini mulai terbakar, ke atas lapisan yang sedang terbakar dimasukkan lagi batok baru sebanyak lapisan sebelumnya. Hal ini dilakukan terus sampai ruangan terisi penuh. Setelah itu, lobang atau dapur pembakaran ditutup dengan rapat. Jika menggunakan lobang pembakaran, ke atas penutup dapat ditambahkan tanah sehingga penutupan menjadi lebih rapat.
  2. Ke bagian tengah lobang atau dapur pengarangan diletakkan secara tegak lurus balo kayu atau bambu (diameter 15-20 cm), kemudian diisikan batok sampai penuh. Setelah itu, balok kayu atau bambu dicabut secara pelan-pelan dan hati-hati sehingga pada bagian tengah lobang atau dapur pengarangan terbentuk lobang kecil. Ke dasar lobang kecil ini dimasukkan sabut atau daun yang telah dibasahi dengan minyak tanah, kemudian dibakar. Batok kelapa akan terbakar dari dasar, kemudian akan merambat ke atas. Segera setelah semua batok terbakar, lobang atau dapur pengarangan ditutup dengan rapat. Untuk mengeluarkan asap, 2 kali sehari tutup di buka. Proses pengarangan ini berlangsung 5-7 hari.
  • Pembakaran dengan Menggunakan Kiln

  1. Kiln diisi dengan batok sepadat dan serapat mungkin. Kiln yang dibuat dari drum bekas dapat diisi 90 kg batok.
  2. Lobang udara baris pertama dan kedua dari atas ditutup. Setelah itu, ke dalam dasar ruang “kassa api pertama” dimasukkan bahan-bahan mudah terbakar, seperti daun kering dan sabut yang telah dibasahi dengan minyak tanah, dan dibakar. Kemudian kiln ditutup.
  3. Segera setelah batok pada dasar kiln terbakar, dan api mulai merambat ke bagian atas lobang ketiga yang terbuka, lobang ketiga tersebut ditutup rapat. Sementara itu, lobang baris kedua dibuka. Demikian seterusnya sampai ke lobang baris pertama (paling atas).
  4. Selama pembakaran, volume arang akan berkurang, karena itu batok dapat ditambahkan untuk memenuhi volume ruang pengarangan.

Pemilahan dan Pengemasan

Setelah selesai dibakar, arang dibakar. Arang yang belum terbakar sempurna dibakar kembali. Arang yang telah terbakar sempurna diayak dengan anyaman kawat (besar lobang 0,6-1,0 cm) untuk memisahkan tanah, debu dan kerikil. Sebelum dikemas, arang dibiarkan pada udara terbuka selama 12-15 hari. Setelah itu, arang dikemas di dalam kantung plastik, atau karung goni.