Cara Membuat Jam Dari Batok Kelapa РJam dari batok kelapa merupakan salah satu produk dari olahan batok kelapa. di tangan para orang orang kreatif limbah batok kelapa yang selama ini kita anggap hanya sebagai bahan bakar, dapat dijadikan sebuah produk yang unik, menarik, kreatif, dan artistic, salah satu produk tersebut adalah jam dari batok kelapa. Berikut cara pembuatannya:

 

Cara Membuat Jam Dari Batok Kelapa

Alat dan bahan:

  • 1 buah batok kelapa utuh
  • Amplas
  • Gergaji
  • Kayu
  • Lem kayu
  • Jam bekas
  • Pernis

Cara pembuatan:

  • Potong batok kelapa, sisakan bagian tengah hingga berbentuk lingkaran.
  • Sisa potongan batok jangan dibuang, sebagian kita gunakan sebagai alas jam dan sebagian lainnya kita gunakan sebagai ornamen penghias jam, dengan memecah batok menjadi bagian kecil kecil.
  • Bentuk kayu menjadi lingkaran mengikuti bentuk dari lingkaran batok.
  • Lubangi kayu dibagian tengah sebagai tempat jarum jam.
  • Tempelkan bagian kecil dari batok ke kayu menggunkan lem, beri angka atau titik sebagai penanda waktu.
  • Pasang kayu ke bagian lingkaran batok, pasang juga alas batok.
  • Setelah semua terpasang amplas bagian permukaan yang menghadap kedepan dan yang menghadap kebelakang, biarkan permukaan samping batok tetap berserabut agar menambah kesan unik.
  • Bersihkan dari sisa debu lalu lapisi dengan pernis.
  • Angin anginkan hingga pernis kering.
  • Lepas mesin dan jarum jam dari badan jam, kemudian pasang kembali ke kerangka jam yang baru kita buat.
  • Jam siap dipakai dan ditaruh di sudut ruangan.

Sebenarnya kita juga dapat menggunakan jam yang masih utuh kemudian kita pasang pecahan batok ke badan jam tanpa merubah bentuk dari jam itu sendiri.

 

Sejarah Jam

Dahulu sebelum ada teknologi jam seperti sekarang ini orang orang masih membedakan waktu siang dan malam hari hanya dengan melihat matahari. Namun cara ini memiliki kelemahan yakni apabila cuaca tidak mendukung seperti mendung dan hujan. Karena alasan ini lah orang orang mulai membuat teknologi penanda waktu atau saat ini kita sebut sebagai jam. Berikut adalah perkembangan jam dari waktu ke waktu.

Jam Sundial Atau Jam Matahari

Merupakan Jam tertua yang diketahui, disebut jam sundial atau jam matahari. Jam ini pertama kali dipakai sekitar 3.500 SM. cara kerja Jam sundial yaitu dengan memanfaatkan posisi matahari, dimana bayangan yang jatuh pada permukaan datar kemudian menandai waktu dalam satu hari.

 

 

jam matahari

 

Jam Air

Kemungkinan jam air dan jam matahari adalah alat pengukur waktu yang tertua. Belum diketahui di mana dan kapan jam air pertama kali diciptakan. Jam air disebut juga Klepsidra. Jam air berbentuk mangkuk adalah jam air teringkas, dan pernah ditemukan di Babylon dan Mesir sekitar abad ke-16 SM.

Di bagian belahan bumi lainnya, termasuk India dan China, ditemukan bukti penemuan jam air. Namun awal terciptanya belum bisa dipastikan. Meskipun begitu ada yang memperkirakan bahwa jam air yang berasal dari China tercipta pada tahun 4000 SM.

 

 

jam air

 

Obelisk

Masyarakat Mesir pada tahun 5.000-6.000 tahun yang lalu menentukan waktu dan membuat kalender dengan menggunakan obelisk. Obelisk adalah monumen berbentuk tinggi, ramping bersisi empat yang dimahkotai puncak berbentuk piramida. Obelisk purbakala biasanya terbuat dari monolit (batu tunggal), sedangkan obelisk modern dibangun dari batu dan memiliki ruangan di dalamnya.

 

obelisk

 

Jam Pasir

Jam Pasir atau Hourglass terdiri dari dua kaca cembung yang diisi pasir halus dan dihubungkan oleh pipa sempit. Rata rata perpindahan pasir adalah selama satu jam. Faktor yang berpengaruh dalam penunjukan waktu adalah, volume tabung, jenis kualitas pasir dan lebar leher. Menurut beberapa ahli, jam pasir diciptakan di Alexandria sekitar pertengahan abad ke-3.

Dimana pada masa itu, orang orang membawa jam pasir kemana mereka pergi seperti yang kita lakukan dengan jam tangan sekarang ini. Ada juga yang berpendapat di abad ke-11, dimana jam pasir ditambahkan kompas untuk menunjukkan arah. Pendapat lain menyebutkan bahwa jam pasir pertama kali muncul diperkirakan pada tahun 1338 M.

hal ini berdasarkan lukisan Allegory of Good Government dari Ambrogio Lorenzetti. Catatan yang berhasil ditemukan mengenai awal keberadaan jam pasir adalah daftar penerimaan penjualan Thomas de Stetesham di tahun 1335 M.

 

jampasir

 

Perkembangan Jam Air Al-Jazari

Di Al-jazari pada tahun 1136-1206 M diciptakan jam air yang berbentuk gajah dan dapat mengeluarkan suara di tiap jam. Jam air Castil merupakan salah satu jam termegah dan juga karya sains peninggalan peradaban islam yang disebutkan di dalam buku al-Jazari’s.

Rincian konstruksi dan cara kerja telah dijelaskan secara eksplisit pada awal l-‘amal al Al-Jami ‘bayn al-‘ilm wa’-Nafi ‘fi Sina’ di al-hiyal (Sebuah Kompendium tentang Teori dan Praktik Berguna Seni Teknik). Jam ini memiliki banyak gerakan sepanjang hari di setiap jamnya, dan akan sangat menyenangkan untuk dilihat dan didengarkan.

 

jamairal

 

Jam Digital

Hamilton D Lancaster merupakan orang yang memproduksi jam elektrik pertama di dunia. Jam elektrik Hamilton menetapkan waktu dengan keseimbangan tradisional. Jam mekanik membutuhkan kekuatan dari mengandalkan pegas, sehingga kekuatan yang dihasilkan tidak terlalu lama.

Baterai digunakan oleh Hamilton untuk memberi kekuatan atau gerakan pada jam, sehingga tidak diperlukan lagi pemutaran pegas demi menambah daya putar jam. Meskipun orang orang sudah tidak pelu memutar pegas lagi namun bukan berarti penggunaan baterai tidak memiliki kelemahan.

Seiring waktu pemakaian bagian bagian dari sistem elektrik akan mengalami korosif atau berkarat sehingga diperlukan perawatan secara berkala, hal ini lah yang membuat bagian reparasi dari perusahaan hamilton mengalami kesulitan, hingga pada akhirnya pada tahun 1961 Hamilton memperbarui jamnya.

Bulove melakukan peningkatan dalam waktu elektrik dengan jam Accutron mereka pada tahun 1960. Dengan potongan bentuk-U dari campuran nikel yang bergetar sebagai respon arus elektrik dari batere. Getaran ini berfrekuensi lebih tinggi dari pada rodagaya tradisional.

Untuk pertama kalinya perantaraan elektik menjadi gagasan yang baik, dimana memberi kekuatan pada jam dengan menawarkan akurasi yang lebih baik. Accutron memecahkan masalah kontak elektrik dengan memperkenalkan transistor, memberikan jam waktu kerja yang lama tanpa harus memakainya.

Jam ini juga terkait dengan program luar angkasa AS yang menggunakannya pada pesawat angakasa Mercury dan Apollo yang digunakan NASA untuk ke bulan. Kwarsa telah digunakan pertama kali pada tahun 1930an hingga awal 60an mereka bahkan telah menggunakannya pada chronometer angkatan laut (meskipun akurasinya tidak dapat diprediksi).

CEH telah memberikan peningkatan akurasi dan sampai pertengahan 60-an. Longines dan Bernard Golary membuat sebuah jam saku yang mempunyai akurasi hingga 0.01 detik sehari. dan pada tahun 1967, CEH memproduksi jam tangan dengan penggerak kwarsa pertama.

Dalam hal peningkatan mikroelektronik, pengintegrasian rangkaian elektronik telah meningkat dan menjadikannya lebih hemat dalam masalah energi, membuatnya dapat diperkecil sehingga penggerak kwarsa dapat ditanamkan dalam sebuah jam tangan.

 

jam digital

 

Kenapa Dalam 1 Hari Terdapat 24 Jam

Pada awalnya, istilah second dikenal sebagai “second minute” (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian pertama dikenal sebagai “prime minute” (menit perdana) atau dikenal dengan menit. Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu dimana ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.

Hal ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60). Istilah jam sendiri ditemukan oleh orang orang Mesir, dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Sehingga membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM) dibawah perintah yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954. Menjelaskan bahwa detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch.

Karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak seragam untuk digunakan sebagai standar waktu. Gerakan bumi ini digambarkan di Newcomb’s Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb). Yang mana telah memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900.

Berdasarkan observasi astronomi yang dibuat antara abad ke 18 dan 19. Dengan demikian maka detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sebelas di tahun 1960.