Cara Menanam Pohon Kelapa beserta Tips Budidayanya

Kelapa (Cocos nucifera) ialah tanaman perkebunan dan industri yang berbentuk pohon yang mempunyai batang yang lurus dari famili Palmae. Cara Menanam Pohon Kelapa pun banyak ditayakan oleh beberapa orang yang ingin membudidayanya. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Namun tidak sedikit pula peneliti yang menyatakan bahwa kelapa merupakan tanaman asli kawasan Asia Pasifik.

Negara-negara di kawasan Asia Pasifik dapat memproduksi buah kelapa sebanyak kurang lebih 5.276.000 ton per tahunnya. Jumlah tersebut kira-kira setara dengan 82 persen dari semua produksi di dunia. Sedangkan sisanya ialah buah kelapa yang dihasilkan oleh negara-negara di Afrika serta Amerika Selatan. Indonesia termasuk salah satu penghasil buah kelapa yang paling banyak di dunia, meskipun posisinya masih berada di bawah Filipina.

Budidaya kelapa merupakan salah satu peluang bisnis yang juga mempunyai potensi keberhasilan yang bisa dibilang tinggi. Apalagi pada saat sekarang ini harga kelapa yang semakin melambung karena pasokan dari petani mengalami penurunan baik di pasar tradisional maupun pasar modern. berikut adalah cara budidaya kelapa.

 

Berikut Cara Menanam Pohon Kelapa

Cara Menanam Pohon Kelapa

 

1.Pemilihan Benih

Benih yang digunakan ialah benih yang berasal dari tanaman pohon induk yang telah memasuki umur sekitar 20 – 40 tahun lamanya. Tingkat produksi buah pun yang sekitar 80 – 120 buah/pohon/tahun atau dengan perkiraan lain sekitar 25 kg/pohon/tahun, batang yang lurus serta kuat serta daun yang bersih dan tanaman yang bebas dari hama serta penyakit.

Untuk memilih benih, dapat dilakukan dengan memilih tanaman tua yang berumur kurang lebih 12 bulan. Carilah kelapa dengan tipe 4/5 sisi dari kulit kelapa telah memiliki warna coklat, bulat, serta bentuk yang sedikit lonjong, buah yang licin dan juga halus, memiliki panjang buah sekitar 22 – 25 cm serta ukuran lebar buah sekitar 17 – 22 cm.

2.Menyiapkan Benih

Setelah melakukan pemilihan pada benih, bibit sebaiknya dilakukan pengistirahatan kurang lebih dalam waktu sekitar 1 bulan pada tempat yang udaranya segar, tidak bocor, kering, serta tidak terkena sinar matahari langsung dan dengan suhu udara yang tepat untuik tempat tersebut kira-kira sekitar 25 – 27 derajat C.

 

3.Teknik Penyemaian menggunakan Polybag

  1. Berikan luka terhadap benih kelapa dengan ukuran panjang kurang lebih 5 cm pada tempat dimana sabut timbul pada sebelah tangkai yang berhadapan dengan sisi terlebar dengan menggunakan benda tajam seperti pisau. Pemberian luka juga jangan sampai dilakukan dua kali.
  2. Lakukanlah penanaman benih dengan kedalaman tanah sekitar 2/3 bagian dari luka yang telah diberikan dengan menghadap ke atas dan mikrotil dihadapkan ke arah timur.
  3. Posisi penanaman menjadikan posisis segitiga bersinggungan. Dalam permeter jarak persegi diisi dengan sekitar 30 sampai dengan 35 benih.
  4. Penyemaian yang dilakukan di dalam polybag akan memakan waktu yang kurang lebih selama 6 – 12 bulan, dan mulai berdaun sekitar 6 helai dengan ketinggian batang sekitar 90 -100 cm

 

4.Pemindahan Bibit

  • Perhatikan cara menanam pohon kelapa berikut dalam melakukan pemindahan bibit:

Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan ketika memasuki waktu musim penghujan.

  • Bibit polybag wajibnya bisa dapat dipindahkan ketika pada umur tanaman telah mencapai umur 9 – 12 bulan. Akar yang timbul diluar polybag sebaiknya dipotong sebelum dipindah pada waktu dua sampai tiga hari sebelumnya.

 

5.Media Tanam

Karena tanaman kelapa bisa tumbuh di berbagai media tanam seperti laterit, pasir, tanah berbatu, dan juga aluvian. Tetapi untuk membuat tanaman kelapa yang ditanamam memiliki kualitas produktivitas yang terbaik sebaikya ditanam dengan menggunakan tanah alluvial.

Untuk pertumbuhannya, tanah yang memiliki ketersediaan air tanah sangat dibutuhkan tanaman kelapa. Selain itu, air tanah yang didapatkan harus memiliki ketersediaan yang sama dengan air yang terdapat pada curah hujan selama dalam satu bulan pertama.

Tanah yang baik digunakan untuk menumbuhkan tanaman kelapa ini adalah tanah yang datar, apabila memiliki kemiringan (sekitar 3-50%) maka lebih baik dilakukan pembuatan teras agar mencegah terjadinya erosi pada tanah dan juga untuk mempertahankan kesuburan pada unsur tanah.

 

6.Melakukan Pengolahan Media Tanam

  • Lakukan pengapuran dengan segera apabila pH tanah memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Lakukanlah hal ini sampai pH tanah mencapai 6 – 8.
  • Berikanlah pemupukan dengan menggunakan pupuk TSP 300 gram untuk tiap lubang yang akan ditanami pohon kelapa.

 

7.Teknik Penanaman Pohon Kelapa

Berikut ini adalah cara menanam pohon kelapa dengan baik dan juga benar:

  • Lakukanlah metode penanaman dengan metode penanaman segitiga dari lahan yang digunakan serta buatlah pohon terkena sinar matahari secara maximal. Tanamlah tanaman dengan jarak antar tanaman 9 x 9 x 9 meter.
  • Buatlah lubang tanam ketika sebelum memasuki usia 1 – 2 bulan sebelum dilakukannya penanaman guna untuk menghilangkan dari kadar keasaman tanah. Ukuran yang akan digunakan adalah 60 x 60 x 60 cm sampai 100 x 100 x 100 cm. Maka waktu penanaman pada bulan berikutnya adalah keika curah hujan pada waktu sebelumnya mencapai curah hujan tingkat 200 mm.

 

8.Metode Penanaman

  • Bagian atas tanah dicampuri dengan pupuk fosfat dengan dosis 300 gram pada setiap lubangnya, kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang yang digunakan untuk penanaman. Pada polybag bagian bawah dimasukkan ke dalam lubang tanam, kemudian di iris sampai bagian akhir.

 

9.Penyiangan

  • Lakukanlah penyiangan pada piringan tanaman kelapa dengan ukuran lebar 1 meter pada tahun pertama, 1,5 meter pada tahun kedua, dan 2 meter pada tahun ketiga. Hal yang harus dilakukan ialah dengan menggunakan parang atau sejenenisnya yang diarahkan ke dalam guna unutk memotong parasit serta hama tanaman hingga batas dari permukaan tanah. Lakukanlah penyiangan ini selama 4 minggu sekali pada musim penghujan dan 6 minggu sampai 2 bulan pada saat kondisi musim kemarau.

 

10.Penjarangan dan Penyulaman

  • Penjarangan dan Penyulaman merupakan penukaran terhadap tanaman atau pohon yang tumbuh dengan kondisi cacat. Apabila tanaman memiliki pertumbuhan yang tidak normal, maka lebih baik tanaman diganti dengan bibit yang lainnya.

 

11.Perampalan

  • Perampalan yaitu membuang daun yang telah bewarna cokelat karena sudah mengering. Panjatlah tanaman kelapa kemudian buang daun yang sudah kering atau mati.

 

12.Pemupukan

  • Pemupukan dilakukan ketika tanah yang ditanami tanaman sudah kekurangan nutrisi untuk tanaman. Biasanya pada bulan pertama diberikan 100 gram pupuk urea yang diberikan pada 15 cm dari pangkal batang tanaman kelapa. Pemupukan selanjutnya yaitu dua kali dalam satu tahun yaitu ketika musim hujan berakhir sekitar bulan april sampai mei dan ketika awal musim hujan telah tiba yaitu bulan oktober sampai November.

 

13.Teknik Perawatan

  • Lakukanlah penyiraman tanaman apabila memasuki bulan kemarau dan saat jarangnya hujan turun. Untuk mencegah hal seperti kekeringan  tersebut sebaiknya dilakukan penyiraman yang terkontrol yaitu dilakukan sekitar tiga hari sekali. Sebaiknya, penyiraman ini dilakukan pada saat sore hari.

 

Jenis Varietas Unggul Kelapa

Cara Menanam Pohon Kelapa

Berikut ini merupakan beberapa jenis pohon kelapa yang varietasnya unggul untuk ditanam:

  • Kelapa Genjah Kuning Bali (GKB)

Varietas Kelapa Genjah Kuning Bali sangat cocok ditanam di dataran rendah yang memiliki ketinggian < 500 meter dpl, dengan curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun. Varietas Kelapa GKB dilepas sebagai kelapa unggul Nasional pada tahun 2006.

Kelapa GKB akan mulai berbuah pada usia 40 bulan. Bentuk buah bulat, dan bentuk buah tanpa sabut bulat, ukuran buah kecil, warna kulit buah kuning. Produksi buah/tandan rata-rata 12-14 buah per pohonnya, jumlah buah 9-12 butir per tandan atau sebanyak + 60-110 butir/pohon/tahun. Kadar minyaknya 61,80%, agak rentan terhadap penyakit Phytopthora sp.

 

  • Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN)

Varietas kelapa Genjah Kuning Nias sesuai ditanam di dataran rendah yang memiliki ketinggian < 500 meter dpl, dengan curah hujan 1500 – 2500 mm/ tahun. Varietas kelapa Genjah Kuning Nias (GKN) dilepas sebagai kelapa unggul Nasional pada tahun 2006.

Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN) mulai berbuah pada usia 40 bulan. Bentuk buah bulat, dan bentuk buahnya tanpa sabut bulat, ukuran buah kecil, warna kulit buah kuning. Produksi buah/tandan rata-rata 12-14 buah per pohon, jumlah buah 8-10 butir per tandan atau sebanyak + 60-120 butir/pohon/tahun. Produksi kopra optimal 3 ton/ha/tahun. Kadar minyak 62,76%, rentan terhadap penyakit Phytopthora sp.

 

  • Kelapa Genjah Salak (GSK)

Varietas Kelapa Genjah Salak sangat sesuai ditanam di dataran rendah sampai dengan ketinggian < 500 meter dpl, dengan curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun. Varietas Kelapa Genjah Salak (GSK) dilepas sebagai kelapa unggul Nasional pada tahun 2006.

Kelapa GSK mulai berbuah pada usia 24 bulan. Bentuk buah bulat, dan bentuk buahnya tanpa sabut bulat telur, ukuran buah kecil, warna kulit buah hijau. Produksi buah/tandan rata-rata 11-14 buah per pohon, jumlah buah 20-23 butir per tandan atau sebanyak + 80-120 butir/pohon/tahun. Kadar minyak 64,84%, dan juga tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

 

  • Kelapa Dalam Takome (DTE)

Daerah pengembangan kelapa Dalam Takome pada lahan kering iklim basah dengan tempat yang memiliki ketinggian < 500 m dpl, curah hujan 1500-3000 mm/ tahun. Kelapa DTE toleran terhadap musim kemarau panjang sampai dengan 6 bulan. Varietas ini dilepas pada tahun 2006 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa DTE mulai berbuah usia 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun. Ukuran buah kecil, bentuk buah bulat dan bentuk buahnya tanpa sabut bulat dengan warna kulit buah hijau, kuning kehijauan, dan coklat. Jumlah produksi buah/tandan 15-20 butir dengan 12-15 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 90-150 butir. Jumlah produksi kopra 2,63 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 61,95%, dan sedikit tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

 

  • Kelapa Dalam Sawarna (DSA)

     

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <1500 mm/tahun, agak toleran terhadap musim kemarau panjang. Varietas ini dilepas pada tahun 2004 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa Dalam Sawarna mulai berbuah usia 4 tahun dan mulai panen pada umur 5 tahun. Ukuran buah besar, bentuk buah bulat elips dan bentuk buahnya tanpa sabut bulat dasar rata dengan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah produksi buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 75 butir. Jumlah produksi kopra 2,8 ton/ ha/tahun dengan kadar minyak 69,28%, dan sedikit tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

 

  • Kelapa Dalam Palu (DPU)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <1500 mm/tahun, agak toleran terhadap musim kemarau panjang. Varietas ini dilepas pada tahun 2004 sebagai varietas unggul nasional. Kelapa Dalam Palu mulai berbuahpada usia 5 tahun dan mulai panen pada umur 6 tahun.

Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur, dan bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah produksi buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 75 butir. Jumlah produksi kopra 2,8 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 69,28%, dan sedikit tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

 

  • Kelapa Dalam Tenga (DTA)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <2500 mm/tahun, dan tahan terhadap kondisi kekeringan sampai 3 bulan. Varietas ini dilepas sebagai kelapa unggul nasional pada tahun 2004. Kelapa Dalam Tenga mulai berbuah pada usia 5 tahun dan mulai panen pada umur 6 tahun.

Ukuran buah sedang, bentuk buah bulat, dan bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah produksi buah/tandan 6 butir dengan jumlah tandan buah 12-13 per tahun sehingga rata-rata jumlah buah/pohon/tahun mencapai 75 butir. Jumlah produksi kopra dapat mencapai 3 ton/ha dengan kadar minyak 69,31%, dan mampu tahan terhadap penyakit Phytophthora palmivora.

 

  • Kelapa Dalam Bali (DBI)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <1500 mm/tahun, agak toleran terhadap musim kemarau panjang. Varietas ini dilepas pada tahun 2004 sebagai varietas unggul nasional. Kelapa Dalam Bali mulai berbuah pada usia 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun.

Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur, dan bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah produksi buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 75 butir. Jumlah produksi kopra 2,8 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 69,28, dan sedikit tahan terhadap penyakit Phytopthora palmivora.

 

  • Varietas Tanaman Kelapa Tipe Hibrida

Tipe ini adalah gabungan dari kedua jenis tipe kelapa, yaiu jenis dalam dan jenis genjah. Sehingga menghasilkan sifat tanaman yang jauh lebih baik daripada umumnya. Kemudian, tanah yang diperlukan adalah tanah yang berpasir, memilki abu gunung serta tanah liat dengan pH atau kadar keasamannya sekitar 5,2 – 8.

Tipe ini adalah tipe yang spesial karena gabungan dari kedua jenis kelapa jenis dalam dan ganjah oleh karena itu kamu pun juga menyediakan cara budidaya  kelapa hibrida untuk kalian yang ingin mencoba membudidaya kelapa ini.

Tips Budidaya Pohon Kelapa

Cara Menanam Pohon Kelapa

Berikit ini adalah cara menanam pohon kelapa dan tipsnya mulai dari iklim, ketinggian, serta perawatan pohon:

 

Syarat Tumbuh Pohon Kelapa Berdasarkan Cuaca atau Iklim

  • Tanaman kelapa adalah tanaman yang tumbuh dengan sempurna apabila tumbuh di daerah dengan curah hujan sekitar 1300 – 2300 mm/tahun dan bahkan dapat bertahan hingga 3800 mm dan mungkin lebih apabila drainase yang dimiliki sangat baik. Karena diperlukan untuk fotosintesis, dibutuhkan sekitar 120 jam/bulan untuk minimum waktu dari penyinaran sinar matahari.
  • Tumbuhan ini adalah tumbuhan yang tumbuh pada suhu udara sekitar 20 sampai 27 derajat celcius. Karena tumbuhan ini sangat sensitive terhadap suhu udara yang dingin (sekitar 15 derajat celcius) maka tanaman ini akan mengalami perubahan pada psikologis tanaman pohon kelapa.
  • Tingkat kelembaman yang dibutuhkan untuk tanaman pohon kelapa secara rata-rata perbulan adalah sekitar 70 – 80%. Kelembaman minimum yang diperlukan pohon kelapa adalah sekitar 65%, dan apabila lebih tinggi dari 80%, akan menjadikan tanaman menjadi mudah terserang penyakit maupun dari hama lebih sering daripada umumnnya.

 

Syarat Tumbuh Pohon Kelapa Berdasarkan Ketinggian Tempat Penanaman

  • Pertumbuhan maksimal yang akan didapatkan dari tanaman kelapa ini adalah kisaran sekitar 0 sampai 450 m dpl. Apabila ditanam pada dataran menengah ataupun dataran tinggi (sekitar 450 – 1000 m dpl) maka tanaman kelapa akan memiliki waktu untuk pembuahan yang tergolong lebih lambat daripada tanaman pada umumnya dan memiliki kadar minyak yang rendah.

 

Demikian teknik dan cara menanam pohon kelapa dengan baik dan benar, macam – macam varietas jenis tipe kelapa yang unggul, dan tips budidaya pohon kelapa beserta syarat tumbuh pohon kelapa yang baik. Semoga artikel tentang cara menanam pohon kelapa ini bisa membantu masalah anda dan semoga bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin budidaya kelapa untuk sendiri atau bisnis.