Media Tanam Cocopeat – Cara Memanan dengan Media Tanam Cocopeat

Mengapa memilih media tanam dengan cocopeat ? Alasan utamanya, tanah biasa rentan digunakan untuk budidaya organik. Tetap akan ada residu sisa bahan kimia dalam tanah akibat pengolahan sebelumnya, kecuali setelah diistirahatkan selama beberapa tahun. Untuk itu cocopeat mulai marak digunakan sebagai media tanam sekarang. Berikut cara membuat media tanam cocopeat :

media tanam cocopeat

Cara Membuat Media Tanam Cocopeat

Sebagai contoh jika kita punya lahan 750 :

  • Buat  delapan baris rak terbuat dari bambu sepanjang 7,5 m berjajar rapi.
  • Setiap rak terdiri dari 2 tingkat selebar 60 cm.
  • Di atasnya berderet tempatkan  wadah(bisa kaleng bekas) berisi cocopeat yang sudah dipadatkan sebagai media tanam.
  • Dari situlah  bisa di tanam raneka jenis sayuran daun.
  • Di bagian atas rak dipasang atap plastik berbingkai bambu berukuran panjang 1 m (sebagai tutup rak)

Ada juga dengan kaleng bekas, persiapan alat wadah medi tanam  dengan cocopeat  teknik kaleng susun sebagai berikut :

  • Siapkan kaleng bekas ukuran 5  kg
  • Lubangi dinding kaleng
  • Masukkan media tanam (cocopeat)
  • Tanam sayuran pada lubang media tanam

Selain alasan menjaga keaslian organik, cocopeat punya beberapa kelebihan. Media yang dijuluki bioorganik itu tidak merusak alam, limbahnya bisa digunakan lagi, mudah didapat, dan bisa menjadi habitat mikroba-mikroba berguna. Dibanding tanah, cocopeat menyimpan kadar oksigen lebih tinggi, mencapai 50%. Tanah hanya 2—3%. Ini terjadi karena struktur cocopeat yang penuh rongga kapiler. Pada kapasitas penuh, media bisa menahan air hingga 6 kali bobotnya. Media bisa digunakan terus selama 1 tahun.

Media tanam harus diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu faktor penting media tanam yang baik yaitu bisa memasok sebagian unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri, salah satunya itu cocopeat. Tapi meskipun gitu, tiap jenis media tanam punya bobot dan porositas yang beda-beda. Makanya waktu memilih media tanam sebaiknya kita cari tau dulu kombinasi media tanam yang tepat sesuai dengan jenis tanaman kita.

Setelah itu media usang, sehingga perlu diganti. Sisa media tidak terbuang percuma, ia bisa dibenamkan ke dalam tanah sebagai penambah hara. Untuk pupuk organik diberikan dalam bentuk granular. Hara terbuat dari bungkil kedelai, tulang ikan, dan limbah organik lain. Bisa juga ditambahkan EM4 atau pupuk organik cair. Hasilnya tanaman di media itu takan tumbuh subur daun hijau lebat serta sehat.

Sumber : www.trubus-online.com