Mesin Pembuat Cocopeat – Mesin Cocopeat – Mesin Press Cocopeat 2020

Hasil gambar untuk cocopeat blokMesin Pembuat Cocopeat

Cocopeat adalah salah satu media tanam yang sering digunakan untuk budidaya berbagai macam tanaman. Cocopeat terbuat dari serbuk sabut kelapa, yang kemudian serbuk sabut kelapa tersebut di cetak dengan menggunakan mesin pembuat cocopeat agar lebih mudah untuk menjualnya.

Mesin pembuat cocopeat ini sangat direkomendasikan sekali untuk Anda yang mempunyai usaha sabut kelapa. Karena selain Anda mengolah sabut kelapa untuk bahan baku kerajinan, Anda juga bisa mengolah serbuk sabut kelapa atau cocopeat tersebut untuk pembuatan media tanam yang nantinya cocopeat tersebut mempunyai nilai ekonomis juga.

Fungsi mesin pembuat cocopeat tersebut, yaitu mencetak serbuk sabut kelapa atau cocopeat tersebut menjadi bentuk kotak atau balok. Dengan proses pencetakan ini akan memudahkan pengusaha cocopeat dalam menjual dan memasarkannya ke konsumen ketimbang dengan cocopeat yang masih berbentuk serbuk.

mesin pembuat cocopeat
Mesin Press Cocopeat

Spesifikasi Mesin Press Cocopeat

  • Dimensi 1200 x 1200 x 3500 mm
  • Rangka UNP 100
  • Bodi Pelat 16 mm dan 8 mm
  • Penggerak diesel engine 24 hp/ Elektromotor 15 Hp 3 Phase
  • Dimensi cetakan 30x30x15
  • Fungsi mencetak serbuk sabut kelapa menjadi kotak

Prospek Pengembangan Usaha Cocopeat Pasar Ekspor

Hasil gambar untuk ekspor cocopeat

 

Pasar serat sabut kelapa sangat prospek. Serat sabut kelapa ini memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai pengisi jok mobil, pengisi sofa, kasur pegas, papan partikel, dan filter air.  Pelaku bisnis serat sabut di berbagai kota kewalahan memenuhi tingginya permintaan. Asli Malin, salah satu contoh.

Produsen serat sabut di Pariaman, Sumatra Barat, itu memproduksi 1,2 ton serat hasil olahan 18.000 sabut per hari. Jangankan memenuhi permintaan importir di Korea Selatan mencapai 10.000 ton per tahun, order eksportir di Jakarta saja belum ia layani sepenuhnya. Setiap pekan, eksportir di Jakarta memborong serat Rp 1.800 per kg.

Pria Kelahiran 17 April 1946 itu, memetik laba bersih Rp 300 per kg. Kecil ? Tunggu dulu. Asli Malin menuai 90 ton cocopeat yang memberikan laba bersih Rp27-juta sebulan.  ia mengunjungi sentra tanaman hias di Inchon, mirip Rawabelong, Jakarta Barat. Di sanalah ia melihat cocopeat bikinan Sri Lanka. Ia menawarkan diri untuk memasok dan diluluskan.

Pada 1999 Zul memutuskan berhenti bekerja setelah rutin mengekspor cocopeat selama setahun. Kini ia rutin mengirimkan 22 ton cocopeat per bulan memenuhi permintaan seorang importir di Inchon, Korea Selatan.

Balok cocopeat yang ia ekspor berukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm berbobot 5 kg. Satu kg cocopeat berasal dari 2,5 kg sabut kelapa. Menurut dia biaya produksi 1 kg cocofiber dan 2 kg cocopeat dari 5 kg sabut Rp 1.600. Itu total biaya karena cocopeat dan cocofiber dihasilkan dari satu kesatuan bahan. Bila memproduksi cocopeat, pasti menghasilkan cocofiber atau sebaliknya. Harga jual cocopeat di pasar ekspor mencapai Rp 2.600 per kg sehingga omzetnya Rp 57,2 juta.

Berminat dengan usaha cocopeat ini ? Anda bisa membuat cocopeat dengan mudah. Karena bahan baku pembuatan cocopeat hanya menggunakan sabut kelapa. Itulah propek usaha cocopeat ke pasar ekspor, karena cocopeat dianggap alternatif media tanam yang sangat efektif tanpa mencemari lingkungan.