Mesin Penyaring Minyak Kelapa – Mesin Pengolah Minyak Kelapa

Minyak Kelapa atau Virgin Coconut Oil adalah minyak berasal dari buah kelapa segar yang dilolah dengan menggunakan metode pemanasan. Untuk mendapatkan minyak kelapa yang maksimal biasanya produsen menggunakan mesin penyaring minyak. Lebih jelas tentang proses pengolah kelapa menjadi minyak bisa baca disini.

Mesin penyaring  ini didesain sederhana, cocok untuk indutri kecil ataupun menengah. Kelebihan dari mesin penyaring minyak goreng kelapa ini akan dipandu untuk sekaligus belajar proses pembuatannya.

mesin penyaring minyak Fungsi

  • Untuk menyaring sabun atau gliserol yang terjadi saat pemurnian
  • Untuk menjernihkan minyak dari sisa kotoran saat pemurnian

Spesifikasi Mesin Penyaring Minyak Kelapa

  • Bahan stainless steel
  • Rangka besi kotak
  • Dimensi 500 x 400 x 1200

Kapasitas

  • 25 liter/proses
  • 50 liter/proses
  • 100 liter / proses

Keunggulan

  • Sudah terinstall di banyak daerah dan menjadi percontohan
  • Mendapat pelatihan proses pengolahan minyak
  • Garansi proses, alat dan mesin

 

Cara Membuat Minyak kelapan Murni

Dalam pembuatan minyak kelapa langkah pertama yang dilalkukan adalah memlilih buah kelapa yang ingin ijadikan minyak kelapa. Pemlihan buah sendiri pilihlah buah kelapa yang sudah berusia 12 bulan.

Masuk ke dalam proses pembuatan santan. Daging buah digiling dengan mesin pemarut sampai diperoleh hancuran daging kelapa (pulp). Pulp diekstraksi dengan air dengan perbandingan 1:1. untuk mempercepat pemisahan minyak dari pulp, dapat digunakan air panas (suhu sekitar 80 derajat C). Apabila ekstrak telah dingin, diperas, disaring dan diperoleh santan. Santan yang akan diolah menjadi minyak dapat dilakukan dengan pemanasan atau difermentasikan dahulu. Fermentasi
santan secara alami membutuhkan waktu 1-18 jam.

Pemanasan I (pemanasan awal): Santan dipanaskan sampai mendidih (suhu bahan yang dimasak dipertahankan dengan kisaran 95-100 derajat C). setelah minyak agak masak (ditandai mulai terpisahnya blondo dari minyak dan blondo masih berwarna putih). Minyak segera didinginkan, disaring dan diperoleh minyak yang belum masak.

Pemanasan II (pemanasan lanjutan): Minyak yang dihasilkan pada pemanasan awal, dimasak kembali dengan suhu yang sama dengan pemanasan awal. Pada tahap ini, pemanasan dilakukan sampai minyak berwarna agak bening dan blondo yang tersisa berwarna agak coklat muda. Minyak didinginkan, disaring dan diperoleh minyak kelapa yang segar. Lama pemanasan lanjutan lebih cepat dibanding pemanasan awal.

Pemanasan III (pemanasan akhir),pemanasan pada tahap ini dimaksudkan untuk membuat minyak menjadi bening dan berkadar air rendah. Pemanasan dilakukan dalam oven, dengan suhu 105 derajat C, lama pemanasan 2 jam. Mutu minyak yang dihasilkan dengan pemanasan bertahap, menunjukkan kadar air minyak relatif kecil (0,08-0,12%), kadar asam lemak bebas sangat rendah (0,02-0,05%), minyak tidak berwarna dan berbau harum. Mutu minyak ini dapat dikategorikan sebagai natural oil atau clear oil.

Itulah cara membuat minyak kelapa dengan pemanasan bertahap, kualitas minyak kelapa sangat dipengaruhi pada kualitas kelapa. Keuntungan membuat minyak kelapa tidak memerlukan biaya yang mahal, pengelolaan minyak kelapa yang sederhana.