Mesin Press Sabut Kelapa – Mesin Sabut Kelapa

Tentang Cocofiber

Sabut Kelapa atau cocofiber merupakan hasil samping dan bagian terbesar dari buah kelapa. Sabut kelapa umumnya hanya dimanfaatkan untuk bahan bakar rumah yang masih menggunakan kayu bakar. Tapi beberapa pengusaha menggunakan sabut kelapa sebagai bahan baku kerajinan dengan mengekspor cocofiber dalam bentuk ball maupun kotak dengan menggunakan mesin press sabut kelapa.

Mesin Press Sabut Kelapa Cocofiber adalah alat untuk melakukan pengepressan sabut kelapa menjadi bentuk ball atau kotak. Mesin ini mutlak diperlukan dalam industri cocofiber, mengingat volume serat sabut kelapa sering jauh lebih besar daripada berat massanya. Apalagi untuk keperluan ekspor, mesin press sabut kelapa ini adalah kebutuhan yang prinsip HARUS ADA.

mesin press sabut kelapa
Mesin Presss Sabut Kelapa

Cara Kerja Mesin Press Sabut Kelapa

Mesin Press Sabut Kelapa ini menggunakan sistem hidrolis. Kekuatan tekanan hidrolis sangat bergantung kepada kekuatan pompanya. Daya tekan pompa hidrolis ini akan menentukan kapasitas hasil press sabut kelapa. Untuk Industri Cocofiber, produk akhir hasil press setidaknya mencapai 100 kg untuk ukuran standar ekspor.

Untuk mengoperasikan mesin press sabut kelapa ini diawali dengan memasang pengikat / Binder tali dibawah pressan, kemudian sabut kelapa mulai dimasukkan ke dalam cetakan press,lalu sambil dijalankan pompa hidrolisnya, press akan menekan ke bawah, proses ini dilakukan secara berulang sampai diperoleh hasil press yang sesuai. Selesai pengepressan, hasil press sabut kelapa langsung diikat dengan binder tali supaya tidak terpecah urai lagi.

Fungsi

  • Untuk mengepress sabut kelapa atau cocofiber menjadi bentuk balok/kubus
  • Untuk mengurangi ukuran muatan sabut kelapa dalam kontainer

Spesfikasi

  • Dimensi : 1200 x 800 x 3000 mm
  • Ukuran bale : 1100 x 750 x 45
  • Penggerak : Diesel 24 PK RRT
  • Pompa hidrolis : 120 ton

Kapasitas

  • 100 -120 kg/ 20 menit cocofiber
  • 1500 – 2000 kg /hari

Analisa Usaha Sabut Kelapa

Harga sabut kelapa di tingkat petani Rp 60/butir, maka untuk mengolah sekitar 21.000 butir sabut kelapa, pengusaha hanya memerlukan biaya operasional tidak lebih dari Rp 2.000.000 / hari. Itu sudah termasuk upah tenaga kerja dengan jumlah 40 – 50 orang.

Nilai harga 3 ton cocofiber di pasar internasional bisa mencapai Rp 12.000.000, karena cocofiber ekspor mencapai Rp 4.000/kg. Maka pengusaha akan mengantongi keuntungan sebesar Rp. 10.000.000/hari.

Pengamat Industri Perlengkapan, Iyus Supriatna mengatakan potensi produksi sabut kelapa yang sedemikian besar selama ini belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambah.

Dikutip : http://industri.bisnis.com/


Itulah keuntungan usaha sabut kelapa, memang dalam menjalankan usaha hal paling utama adalah memprioritaskan kualitas produk. Jika produk yang dibuat berkualitas, maka konsumen tak segan untuk menjalin kerja sama untuk masa depan perusahaan.

Tentu selain mengutamakan kualitas produk sabut kelapa, ketepatan waktu dalam memproduksi sabut kelapa menjadi kepercayaan tersendiri bagi konsumen. Nha untuk memproduksi bahan baku dalam jumlah banyak memerlukan mesin sabut kelapa, agar produksi semakin lancar.