Proses Pengolahan Minyak Kelapa dengan Fermentasi

Pengolahan Minyak Kelapa dengan Fermentasi

Pengolahan Minyak Kelapa dengan Fermentasi – Minyak kelapa merupakan minyak yang diperoleh dari kopra (daging buah kelapa yang dikeringkan) atau dari perasan santannya.

Secara garis besar proses minyak kelapa diekstrak dari daging kelapa segarĀ  dikenal dengan proses basah dan minyak kelapa yang diekstrak dari daging kelapa yang telah dikeringkan (kopra) atau dikenal proses kering.

Cara basah diantaranya dengan fermentasi. Secara umum cara fermentasi ini, santan didiamkan untuk memisahkan skim dari krim. Kemudian krim difermentasi untuk memudahkan penggumpalan bagian bukan minyak (terutama protein) dari minyak pada waktu pemanasan.

Mikroba yang berkembang selama fermentasi, terutama mikroba penghasil asam. Asam yang dihasilkan menyebabkan protein santan mengalami penggumpalan dan mudah dipisahkan pada saat pemanasan.

Pengolahan Minyak Kelapa dengan Fermentasi

Cara Pengolahan Minyak Kelapa dengan Fermentasi

Tahapan proses cara pengolahan fermentasinya sebagai berikut:

1) Daging buah kelapa diparut. Hasil parutan (kelapa parut) dipres sehingga mengeluarkan santan. Ampas ditambah dengan air (ampas : air = 1 : 0,2) kemudian dipres lagi. Proses ini diulangi sampai setidaknya 5 kali. Santan yang diperoleh dari tiap kali pengepresan dicampur menjadi satu.

2) Santan dimasukkan ke dalam wadah pemisah skim selama 12 jam, akan terjadi pemisahan skim pada bagian bawah dan krim pada bagian atas. Setelah terjadi pemisahan, kran saluran pengeluaran dari wadah pemisah dibuka sehingga skim mengalir keluar dan menyisakan krim. Kemudian krim ini dikeluarkan dan ditampung pada wadah terpisah dari skim.

3) Krim dicampur dengan ragi tapai (krim : ragi tapai = 1 : 0,005, atau 0,05%). Selanjutnya, krim ini dibiarkan selama 20-24 jam sehingga terjadi proses fermentasi oleh mikroba yang terdapat pada ragi tapai.

4) Krim yang telah mengalami fermentasi dipanaskan sampai airnya menguap dan proteinnya menggumpal. Gumpalan protein ini disebut blondo. Pemanasan ini biasanya berlangsung selama 15 menit.

5) Blondo yang mengapung di atas minyak dipisahkan kemudian dipres sehingga mengeluarkan minyak. Minyak ini dicampurkan dengan minyak sebelumnya, kemudian dipanaskan lagi selama 5 menit.

6) Minyak yang diperoleh disaring dengan kain kasa berlapis 4. Kemudian minyak diberi BHT (200 mg per kg minyak).
7) Minyak dikemas dengan kotak kaleng, botol kaca atau botol plastik.

Pengolahan Minyak Kelapa dengan Fermentasi memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan acra tradisional. Pada cara tradisional, rendemen minyak yang diperoleh sekitar 156-17%.

Sedangkan dengan cara fermentasi rendemen yang diperoleh sekitar 22-24%. Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat mengehmat bahan bakar, dan menghasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas memenuhi standar minyak Indonesia.

Sumber : *disarikan dari berbagi sumber